Pulang dari greja, om Utu pe dua mata bangka deng' biru merah, sampe de pe istri kage skali...
Kong om Utu pe istri, tanta Mintje tanya "Utu, kiapa sampe bagitu tu' mata ?"
Om Utu : "Tadi kwa di greja samantara manyanyi, tiba tiba ada cewek fasung maso deng rok pendek skali, maar de pe rok dang', ada tamaso kadalam pa de pe panta, karna dia badiri pas pa kita pe muka, jadi kita hela akang de pe rok supaya rapi dang..., maar tu' cewek malah 'da tinju akang kamari 'tu mata sablah kiri..."
Tanta Mintje : "Maar, kiapa 'tu mata kanan bangka dang...?"
Om Utu : "Karna kita kira dia nyanda' suka 'da hela de pe rok, kong terpaksa kita kase maso ulang tu rok kadalang..., kong dia tinju tu mata sablah..."
aNda pUnYa SeLerA HumOR.....InILAH TeMPATnya
BILA ANDA MERASA TERSINGGUNK DENGAN KATA2 DALAM BLOG INI GAMPANK....TINGGAL KELUAR.....
Rabu, 22 September 2010
Minggu, 19 September 2010
cEwEk teLanJanK nAiK TaXi
Cewek telanjang nekat naik taksi, sopir taksi pun melotot. Si cewek pun marah-marah.
"Gak pernah liat orang telanjang apa!!!"
Sopir taksipun menjawab,
"Aku cuma bingung kamu nanti ngeluarin duit dari mana!!!"
"Gak pernah liat orang telanjang apa!!!"
Sopir taksipun menjawab,
"Aku cuma bingung kamu nanti ngeluarin duit dari mana!!!"
kOnDom rAsA Khas IndoNesiA
Seorang pemilik pabrik kondom berang sebab penjualan perusahaannya menurun karena perusahaan pesaing memperkenalkan kondom dengan berbagai rasa seperti strawberi, pisang, coklat. Pemilik perusahaan itu memanggil kepala divisi risetnya.
"Kamu sebagai kepala divisi riset harus kreatif dong, masak kalah sama perusahaan pesaing" Omel pemilik pabrik itu.
"Iya pak" jawab kepala div. riset takut.
"Oke, kalo gitu saya mau bulan depan pabrik kita sudah mulai memproduksi kondom dengan rasa" lanjut pemilik pabrik.
"Rasa apa pak yang kita pakai" tanya kepala div. riset.
"Saya gak mau tau. Itu tanggung jawabmu. Pokoknya harus beda sama pesaing. Kalo bisa yang khas indonesia" Omel pemilik pabrik itu.
Setelah sebulan, pabrik itu memproduksi kondom dengan rasa. Tapi penjulan tidak meningkat malah komplain ke perusahaan yang meningkat. Komplain kebanyakan berisi keluhan karena sering terjadi kecelakaan dalam permainan sex terutama saat oral sex. Yaitu penis pasangan sering tergigit dalam oral sex.
Peningkatan komplain ini membuat pemilik perusahaan memarahi lagi kepala divisi risetnya.
"Kamu ini gimana sih. Disuruh cuma nambah rasa aja di kondom malah ningkatin komplain ke perusahaan kita. Bisa bangkrut kalo gini" Omel pemilik perusahaan.
"Iya pak, mungkin kondomnya perlu ditarik. Sepertinya pengguna sering terlena karena rasanya" kata kepala div. riset
"Omong-omong emang kamu kasih rasa apa ?" tanya pemilik pabrik.
"Sesuai permintaan bapak, rasa khas indonesia, rasa rendang" jawab kepala div. riset.
"Kamu sebagai kepala divisi riset harus kreatif dong, masak kalah sama perusahaan pesaing" Omel pemilik pabrik itu.
"Iya pak" jawab kepala div. riset takut.
"Oke, kalo gitu saya mau bulan depan pabrik kita sudah mulai memproduksi kondom dengan rasa" lanjut pemilik pabrik.
"Rasa apa pak yang kita pakai" tanya kepala div. riset.
"Saya gak mau tau. Itu tanggung jawabmu. Pokoknya harus beda sama pesaing. Kalo bisa yang khas indonesia" Omel pemilik pabrik itu.
Setelah sebulan, pabrik itu memproduksi kondom dengan rasa. Tapi penjulan tidak meningkat malah komplain ke perusahaan yang meningkat. Komplain kebanyakan berisi keluhan karena sering terjadi kecelakaan dalam permainan sex terutama saat oral sex. Yaitu penis pasangan sering tergigit dalam oral sex.
Peningkatan komplain ini membuat pemilik perusahaan memarahi lagi kepala divisi risetnya.
"Kamu ini gimana sih. Disuruh cuma nambah rasa aja di kondom malah ningkatin komplain ke perusahaan kita. Bisa bangkrut kalo gini" Omel pemilik perusahaan.
"Iya pak, mungkin kondomnya perlu ditarik. Sepertinya pengguna sering terlena karena rasanya" kata kepala div. riset
"Omong-omong emang kamu kasih rasa apa ?" tanya pemilik pabrik.
"Sesuai permintaan bapak, rasa khas indonesia, rasa rendang" jawab kepala div. riset.
Jumat, 10 September 2010
RaSa mELoN
Di sebuah Simposium seorang Profesor Ginekologi mengejutkan para peserta dengan pertanyaannya : "Saya pernah menemukan pasien saya yang memiliki vagina seperti buah melon."
Teman sejawatnya langsung mengangkat tangan dan mengajukan keberatannya : "Bahwa dalam kasus-kasus tertentu kita dapat menjumpai vagina dengan bentuk dan ukuran yang berbeda, tentulah dapat sama-sama kita terima. Namun menurut saya selalu mengada-ngada bila Anda mengatakan pernah menemukan vagina dengan bentuk dan sebesar buah melon."
"Lho, siapa yang berbicara tentang bentuk dan ukuran?" jawab Profesor tadi.
"Saya berbicara tentang rasa!"
Teman sejawatnya langsung mengangkat tangan dan mengajukan keberatannya : "Bahwa dalam kasus-kasus tertentu kita dapat menjumpai vagina dengan bentuk dan ukuran yang berbeda, tentulah dapat sama-sama kita terima. Namun menurut saya selalu mengada-ngada bila Anda mengatakan pernah menemukan vagina dengan bentuk dan sebesar buah melon."
"Lho, siapa yang berbicara tentang bentuk dan ukuran?" jawab Profesor tadi.
"Saya berbicara tentang rasa!"
Langganan:
Postingan (Atom)